Saturday, 24 August 2013

Bahaya Obat Pelangsing Yang Mengerikan

Lets check it out...

Sebagian besar dari mereka yang ingin langsing lalu menggunakan obat-obatan berbahan dasar kimiawi untuk menurunkan berat badannya secara cepat. Bagi mereka, menjadi langsing adalah harga mati, sehingga tidak peduli lagi terhadap bahaya obat pelangsing . Padahal pengunaan bahan kimia untuk pelangsing tubuh memberikan beberapa resiko buruk terhadap kesehatan.

Berikut adalah beberapa diantaranya:

Obat Pelangsing yang dikonsumsi oleh seseorang, terutama yang memberikan jaminan langsing dalam waktu cepat, akan menyebabkan terjadinya menopouse dini pada wanita. Menopause dini ini jelas sangat berbahaya. Resiko kesehatan pun akan semakin meningkat bila wanita mengalami menopause dini. Penyakit yang mengancam misalnya stroke, serangan jantung, dan gangguan kardiovaskular lainnya. Selain itu, menopause dini juga akan mengakibatkan beberapa penyakit seperti kanker rahim dan usus besar, penyakit gusi, osteoporosis, katarak, dan kehilangan gigi. Pengurangan hormon estrogen dalam tubuh wanita lah yang menjadi penyebab munculnya penyakit tersebut.

Belakangan ini, sebagian masyarakat Indonesia berhasil diyakinkan bahwa pil/tablet pelangsing herbal lebih aman, karena kandungan simplisia yang berasal dari alam. Pada kenyataannya beberapa obat pelangsing serupa ditarik dari peredaran karena terbukti mengandung senyawa kimia berbahaya, seperti aristolochic acid. Senyawa ini berbahaya untuk ginjal.

Di pasaran, jenis-jenis obat pelangsing yang biasa dijual antara lain yang pertama berasal dari senyawa golongan amphetamin yang menurunkan nafsu makan, preparat hormon tiroid yang membakar energi secara berlebihan, atau juga diuretik, yang menurunkan berat badan dengan mengurangi volume cairan dalam tubuh. Semua obat pelangsing dapat memiliki efek negatif terhadap fungsi organ tubuh dan metabolisme jika tidak digunakan sesuai dosis. Pada individu dengan fungsi ginjal normal, efek penurunan berat badan yang wajar berkisar 3-4 kg.

Beberapa obat sering disalahgunakan sebagai pelangsing, antara lain obat pencahar dan obat diuretik. Padahal keduanya tidak menurunkan berat badan secara permanen. Efek berat badan turun disebabkan oleh volume/bobot sel mengecil akibat cairan yang dikeluarkan. Jika berlebihan, dapat terjadi dehidrasi. Mengingat kerja obat-obatan kimia dalam ginjal dan hati (liver), hal ini bisa berakibat pada gagal ginjal atau radang hati (hepatitis).

Efek samping lainnya dari obat pelagsing adalah sakit kepala, nyeri perut, nyeri dada, muka merah, gangguan hormon, kerusakan hati, gangguan lambung atau tukak lambung, gangguan pertumbuhan, dan syok yang bisa mengakibatkan kematian.

Kandungan berbahaya lainnya yang tidak kalah mengerikan dari obat pelangsing adalah sibutramine. Sibutramine merupakan pembantu diet yang bekerja dengan cara mengatur zat kimia dalam pusat nafsu makan dalam otak untuk menyebabkan penurunan kelaparan atau keinginan makanan sementara. Efek samping sibutramine bisa merusak jantung dan ginjal , jika anda meminum obat pelangsing dan mengalami HAUS ,Nafsu makan berkurang secara drastis, jantung berdebar debar , keringatan , dapat dipastikan itu karena efek dari sibutramine.

Cara yang paling aman untuk menurunkan berat badan adalah dengan cara berolahraga dan mengatur pola makan. Smart Detox BUKAN merupakan obat pelangsing, Smart Detox adalah metode hidup sehat dengan menggunakan pola 2-3-2 (2 hari mengurangi porsi makan dan 3 hari detox). Mudah dilakukan oleh siapa saja, pria-wanita, tua atau muda dengan garansi hasil 100%. Aman dijalankan bagi penderita maag. Detox (detoksifikasi) dipercaya dari zaman dahulu sebagai metode ampuh yang telah terbukti membuang racun di badan yang menjadi penyebab segala macam penyakit dan terganggunya metabolisme badan yang mengakibatkan obesitas/kegemukan. Fungsi dari Smart Detox adalah untuk kesehatan, yaitu dengan cara membersihkan toksin-toksin berbahaya dalam tubuh dan menormalkan metabolisme. Sehingga bahaya obat pelangsing sama sekali tidak akan anda temukan dalam paket Smart Detox.

Berikut obat-obat yang di salahgunakan sebagai obat diet diantaranya :

1. Ephedra
 Karena efek berbahaya dari ephedra, perhatian US Food and Drug Administration (FDA) telah ditarik menuju potensi bahaya yang ditimbulkan oleh lebih dari pil diet kontra. Ephedra dikenal untuk menginduksi peningkatan denyut jantung dan jantung berdebar, membuat Anda rentan untuk mengembangkan serangan jantung atau stroke.

2. Fenilpropanolamin (PPA)
PPA lebih dikenal sebagai bahan dalam dingin, batuk dan obat antiallergy. Sebagai pil diet, PPA merupakan penekan nafsu makan. Ini meningkatkan risiko stroke hemoragik.

3. Fenitoin
 Meskipun pada awalnya obat anticonvulsion, phenytoin memiliki efek penekan nafsu makan. Namun, phenytoin ditemukan dalam dosis lebih tinggi dalam pil diet, dan mungkin memicu reaksi alergi (ruam) dan menyebabkan sembelit, bicara cadel, sakit kepala, sakit perut, mual, muntah, tremor, gangguan motorik, pembengkakan kelenjar getah bening dan penyakit kuning.

4. Sibutramine
 Dipuji menjadi alternatif yang lebih aman untuk ephedra, sibutramine telah ditemukan untuk menyebabkan berbagai bahkan lebih luas dari efek samping, termasuk masalah pencernaan (sakit perut, mual, hyperacidity, gangguan pencernaan, sembelit, nafsu makan meningkat), gejala pernafasan (nasal dan peradangan sinus, eksaserbasi batuk, sakit tenggorokan, mulut kering), kulit gejala (rash), gejala-gejala neurologis (pusing, sakit kepala, depresi, gugup, gelisah, insomnia) dan dismenore. Seperti ephedra, hal itu juga menyebabkan tekanan darah tinggi, jantung berdebar dan takikardia, meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Hal ini juga menyebabkan serangan epilepsi.

5. Rimonabant
Dikembangkan di Eropa, rimonabant tidak disetujui oleh FDA. Bertindak pada otak, sehingga meningkatkan risiko depresi dan keinginan bunuh diri.

6. Guar Gum
Pembengkakan guar gum dalam saluran pencernaan menciptakan sensasi palsu kepenuhan. Namun, pembengkakan ini meningkatkan risiko penyumbatan di tenggorokan dan perut.

7. Bitter Jeruk
Seperti ephedra, jeruk pahit menginduksi takikardia dan palpitasi, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Jeruk pahit juga dapat menyebabkan kejang.

8. Fenproporex
 Sebuah jenis stimulan, Fenproporex telah ditemukan untuk diubah menjadi amfetamin dalam tubuh. Hal itu dapat menyebabkan nyeri dada, sakit kepala dan insomnia. Efek samping lain termasuk mengantuk dan pikiran untuk bunuh diri.

9. Fenolftalein
 Penekan nafsu makan, fenolftalein adalah karsinogen dikenal. Ini meningkatkan risiko pertumbuhan tumor.

10.Bumetanide
 Berat action kerugiannya adalah disebabkan efek diuretik nya. Namun, bumetanide menginduksi denyut jantung cepat dan meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung.

11. Grapefruit Ekstrak
Grapefruit ekstrak dalam pil diet telah diketahui menyebabkan interaksi berbahaya dengan obat-obatan seperti astemizol, atorvastatin dan sildenafil. Beberapa efek samping utama termasuk tekanan darah tinggi, kejang, diare dan masalah ginjal.


Bahaya Obat Pelangsing
Posted on May 13, 2013 by widyaismadi
Shared from