Saturday, 29 June 2013

10 CARA MENGHINDARI PERSELINGKUHAN


Berikut adalah 10 cara untuk mencegah perselingkuhan yang perlu kita tanamkan dalam diri kita. Apabila kita bisa melaksanakannya insyaallah kita akan terhindar dari perselingkuhan.
  1. Dekatkan diri kepada Tuhan, kepada Allah SWT.
  2. Sadarilah bahwa hidup ini hanya sementara, kita tidak tahu sampai berapa lamakah umur kita. Isilah dengan hal-hal yang baik. Tidak usah “neko-neko”. Apa sih yang kita cari dari dunia sementara ini ? 
  3. Resapi bahwa pasangan kita adalah jodoh yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa. Mau ditarik – ulur, ya dia lah jodoh terbaik yang telah dipilihkan oleh Nya. Apa bila nanti kita mencari yang lain, itu tidaklah lebih baik dari pasangan kita sekarang. Bisa jadi lebih cantik/ganteng, atau lebih kaya, tapi dilain sisi pastilah ada yang kurang. Coba Tanya aja ama Aa Gym yang balik lagi ama Teh Nini. He he…
  4. Setelah lama menikah, rasa cinta telah berubah menjadi biasa. Tapi sebenarnya itulah yang dinamakan rasa cinta tingkat tinggi yang tidak kita sadari. Hal tersebut baru kita sadari apabila pasangan kita meninggalkan kita, baru akan terasa sangat menyedihkan dan menyakitkan.
  5. Ingatlah saat-saat kita akan menikah, masa-masa pacaran dan perjuangan cinta kita dahulu. Ingat-ingat juga bagaimana kasih sayang pasangan kita disaat kita sedang sakit, melahirkan, atau saat  mendapat halangan. Hanya dia yang berada di sisi merawat kita dengan penuh kasih sayang.
  6. Apabila ada rasa cinta lain telah merasuk pada diri kita, berdoalah kepada Tuhan, meskipun sangat berat untuk diucapkan tapi berdoalah memohon kepada Tuhan agar menghapus rasa cinta kita kepada si x (nama orang) tersebut. Tuhan pasti mengabulkannya cepat ataupun lambat.
  7. Selalu berdoa agar kita dijadikan  keluarga sakinah  mawaddah wa rahmah. Niscaya akan dikabulkan oleh Nya.
  8. Ingatlah bahwa perbuatan curang dan tidak baik akan mendapatkan balasan atau peringatan dari Tuhan. Dan balasan/peringatan yang diberikan akan lebih sakit.
  9. Jangan menyakiti kalau tidak ingin tersakiti.
  10. Terakhir, “Ojo Linak Lijo” ojo Lali Anak Lali Bojo. Jangan lupa dengan anak dan suami/istri kita.
 Semoga kami, teman-teman, para pembaca, guru-guru, dan para operator dijauhkan dari perselingkuhan. Kemayu boleh saja, bergaul boleh saja, tapi harus mengerti batasan. Boleh share cantumkan link saya.  Keep on the right way…